Salah satu warisan budaya Indonesia adalah dongeng. Setiap daerah memiliki budaya dongeng tersendiri. Bukan sekadar menghibur, namun juga mendidik: menanamkan akhlak dan moral terhadap anak. Sayangnya, warisan nenek moyang yang disebar dari mulut ke mulut itu mulai luntur terbawa arus era digitalisasi. Divisi Pendidikan Anak Pusat Konsultasi dan Layanan Psikologi (PKLP) Universitas Negeri Surabaya, termotivasi untuk memberdayakan budaya dongeng. Dongeng dikenalkan untuk memasukkan nilai-nilai keberagaman, termasuk nilai toleransi, tenggang rasa, dan saling menghargai antarsesama. Dipandu Kak Nitrit, peserta Sanggar Kreativitas dan Tempat Penitipan Anak Rumah Ceria menikmati dengan saksama. Boneka dan gamabar digunakan sebagai alat peraga tokoh, sehingga menimbulkan keunikan dan ketertarikan bagi pendengar. Sebelum acara di Surabaya, Gerakan Nasional #AyahBercerita tahun 2015, komunitas Pendongeng untuk Kemanusiaan (GePPuK), mengajak para ayah agar meluangkan wakt...
"Percayalah, suatu hari nanti akan datang berkah dari setiap proses. Tentu, hakikat proses tidak pernah mengkhianati hasil. Percayalah! Untuk hari ini, tuliskan jejak hidupmu ke dalam tulisan. Senantiasa ia akan abadi meski kita berada di ruang keabadian."