Kisah fiksi beraroma fakta adalah Jazz, Parfum, dan Insiden. Seno membalut aksi kekerasan di Timor-Timor dengan bumbu percintaan antara pengarang dengan beberapa wanita yang khas dengan parfum di tubuhnya. Wanita-wanita itu adalah rekannya, wanita yang dijumpainya di sebuah tempat, dan wanita yang dikenalnya. Fakta tentang saksi mata insiden Dili di pemakaman Santa Cruzz dibumbuhi kisah fiktif. Mengapa Seno melakukan ini karena ketidakpuasaan dalam hal kebebasan pers pada masa Orde Baru. Akhirnya, terbitlah buku ini untuk membongkar kebusukan pemerintah dan informasi yang tumpang-tindih di media. Perihal pembunuhan dan pembantaian secara gamblang dapat dibaca melalui tulisan-tulisan dari para saksi mata. Saksi mata itu menyeluruh, baik dari sudut pandang masyarakat, korban, kelompok mahasiswa, penjabat, wartawan, pengusaha, orang gay dan lesbian, binaragawan, panglima militer, dan masih banyak lagi. Sebagai pecinta keindahan dan wanita, Seno membubuhkan aroma se...
"Percayalah, suatu hari nanti akan datang berkah dari setiap proses. Tentu, hakikat proses tidak pernah mengkhianati hasil. Percayalah! Untuk hari ini, tuliskan jejak hidupmu ke dalam tulisan. Senantiasa ia akan abadi meski kita berada di ruang keabadian."