Habis manis sepah dibuang. Pepatah di atas mengartikan, seseorang setelah puas menikmati sesuatu, setelah merasa bosan atau sudah tidak berfungsi semestinya dengan mudah langsung membuangnya begitu saja. Itulah sifat buruk masyarakat Indonesia. Keburukan itu nampaknya telah menjadi penyakit yang sulit untuk disembuhkan. Sebenarnya bukan persoalan harus disimpan atau dijaga. Akan tetapi, dalam persoalan pembuangan sesuatu tersebut kesadaran masyarakat Indonesia sangatlah kurang. Mereka tanpa dosa membuang bukan pada tempat semestinya. Seperti contoh, kita sering menjumpai beberapa orang di terminal usai makan permen, bungkus permen tersebut ditinggal atau dibuang di tempat itu juga. Bukan di tempat sampah yang telah disediakan. Padahal kita tahu bahwa ‘kebersihan itu sebagian dari iman’ Kalau manusia tidak menjaga kebersihan, otomatis tidak beriman. Lalu, ketika tidak beriman berarti tidak ada suatu kepercayaan. Pertanyaannya, lalu apa jadinya manusia demikian itu? ...
"Percayalah, suatu hari nanti akan datang berkah dari setiap proses. Tentu, hakikat proses tidak pernah mengkhianati hasil. Percayalah! Untuk hari ini, tuliskan jejak hidupmu ke dalam tulisan. Senantiasa ia akan abadi meski kita berada di ruang keabadian."