Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sekolah Literasi Gratis

Reportase: Suyoto Atim Mengenalkan Indonesia

100 peserta literasi yang berdomisili di Ponorogo dan sekitarnya, mengikuti program Sekolah Literasi   Gratis (SLG) Ponorogo, Minggu (25/2) lalu, di Gedung Graha Saraswati STKIP PGRI Ponorogo. SLG angkatan ke-6 itu menghadirkan dosen Kanda University of International Studies Jepang , Suyoto Atim. Mengawali memberikan materi, Suyoto bercerita bahwa masyarakat di Jepang itu lucu. Mereka pernah ke Bali, tapi tidak tahu jika Bali ada di Indonesia. Itupun tidak satu atau dua orang, melainkan sekitar 30% wisatawan yang pernah ke Bali, Kota Dewata itu.  Karena berlatar belakang itulah, akhirnya lelaki berkumis tebal itu mengabdi di Jepang menjadi dosen Bahasa dan Sastra Indonesia selama 16 tahun.  “Selain menjadi guru, saya mencoba mengenalkan Indonesia mulai dari baju adat, alat musik, lagu-lagu Jawa,   cerita rakyat, dan lainnya.” Demikian Suyoto Atim mengutarakan alasannya mengajar di Jepang. Tak hanya itu, ia juga membangun rumah Indonesia sebagai ...

Feature Sosok: Membalas Kebaikan Pacitan

Aksi. Hadi Priyo Sujono (49), pemilik Bidan Praktik Mandiri (BPM) Murni Rahayu, yang beralokasi di Dusun Mantongan RT 1 RW 1, Ketro, Tulakan, Pacitan patut dijadikan teladan yang menginspirasi. Rasa peduli terhadap masyarakat, khususnya wilayah Pacitan yang mayoritas warganya berada pada perekonomian menengah, ternyata mendapat apresiasi dan dukungan yang luar biasa dari Bupati Pacitan, Indra Tarto. Pria kelahiran asli Pacitan ini, memiliki niat baik berupa keinginan berbakti kepada tanah kelahiran dengan membuka klinik pengobatan gratis setiap hari Minggu. Santunan gratis itu, kini sudah berjalan sekitar dua bulan. “Saya dan keluarga telah bersepakat membuka pengobatan gratis ini. Bukan untuk pencitraan, melainkan niatan berbagi kenikmatan dengan sesama,” tutur Hadi, Minggu (26/2/2017). Klinik berobat gratis itu, awalnya mendapat ide setelah membaca postingan diakun facebook yang tertulis, “STKIP PGRI PONOROGO membuka Sekolah Literasi Gratis” Usai membaca status,...

Feature Sosok: Literasi Alarm Gaya Hernowo

Hernowo , lelaki yang hobi menulis catatan harian dalam folder komputer itu, Minggu (12/2/2017) malam, berbagi ilmu tentang literasi di rumah buku Sutedjo Spe ctrum Center (SSC) Ponorogo. Diskusi yang membuat kagum 15 pesertanya. Maklum, di usia 60 tahun, Hernowo telah menerbitkan 37 buku dan beberapa di antaranya best seller. Salah satunya Quantum Reading . Hernowo mengaku, ia mulai menulis sejak umur 40 tahun. Menulis, ujarnya, sarana untuk meraih kebahagiaan. Kalau hati bahagia, suka, dan senang, ia yakin akan awet muda dan wajah bercahaya tidak keriput. Terjun ke jagat tulis menulis, Hernowo mengaku lantaran terbiasa membuat catatan harian. Menulis mengalir sesuai yang dirasakan, dialami, dan diketahuinya. Uniknya, lelaki kelahiran Magelang ini, ketika menulis selalu menyanding alarm yang digunakan untuk membatasi waktu menulis. Misalnya, menulis hanya untuk 10 menit per hari. Maka ia pun menulis hanya waktu itu saja. Ketika alarm berbunyi ia berhenti. ...

Feature Sosok: Eni Kusuma Bukan (Mantan) TKW Biasa

Uang bisa cepat habis, kalau ilmu tidak. Itu dituturkan Eni Kusuma (39), mantan tenaga kerja wanita (TKW) asal Banyuwangi saat berbagi pengalaman di Sekolah Literasi Gratis (SLG) di STKIP PGRI Ponorogo, Minggu (18/12/2016) lalu.  “Uang bukan jailangkung, datang tak diundang, pulang tak diantar,” canda Eni Kusuma yang menjadi TKW selama enam tahun (2001-2007) di Hongkong karena memang harus berburu uang. Namun, Eni Kusuma juga meyakini, uang tidak bisa menjamin kehidupan dan masa depan seseorang. Eni pun membandingkan dengan kekayaan ilmu. Menurutnya, butuh dua syarat untuk memiliki kekayaan ilmu, yaitu niat dan yakin. Niat memeroleh ilmu, memahami, merenungkan, dan yakin untuk mengamalkannya. Ilmu itu luas, berserakan di mana-mana. Ilmu bergerak, tidak diam di tempat. Menurut Eni Kusuma, sampai matahari terbit di ufuk barat pun, ilmu tidak akan habis. Ilmu justru bertambah dan berkembang. Ilmu juga beragam tergantung sudut pandang penikmat ilmu. Misalnya, ilmu tentang...

Reportase: Berbagi Gagasan dengan Han Gagas

STKIP PGRI Ponorogo membuka Sekolah Literasi Gratis (SGL), Minggu (19/10/2016) dengan mendatangkan pemateri, cerpenis Han Gagas . Penulis kelahiran Ponorogo yang akrab disapa Han itu membagikan jurus membangun cerita dengan imajinasi sebagai pondasinya. Seperti halnya rumah yang kokoh karena pondasi dan tiang. Begitupula dengan cerita, utamanya cerpen atau novel, akan menjadi cerita yang hidup dan kuat apabila dibubuhi imajinasi. Penulis novel Tembang Tolak Bala itu menambahkan, betapa imajinasi itu penting karena pengalaman seseorang terbatas. Khususnya penulis pemula yang harus pandai-pandai berimajinasi ketika membuat tulisan, entah itu cerpen, novel, maupun puisi. Imajinasi itu lua s . Artinya, ketika berimajinasi seseorang dapat memerlakukan dunia nyata sebagai dunia terakhir setelah dunia imajinasi. Imajinasi membuat seseorang merasa bahagia karena telah berpetualang dan merasa mengetahui semua kehidupan. Kendati, orang sering gagal ketika menuangkan imaj...