Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Bulan Ramadhan

Surat untuk Mas Fendik (11)

Selamat datang di bulan Ramadhan ke-15, Mas Fendik berkoko. Malam ini bintang menebar jala  di angkasa. Bulan menerka-nerka pada kehidupan fana. Keduanya saling bergumam, pelbagai catatan malaikat dibacanya bersama. Tetiba, terciptalah sebuah telaga. Telaga yang memancarkan harapan besar bagi kehidupan di dunia. Bersamaan itu, aku sedang menunggu sebuah keputusan, akhir dari sebuah pertemuan mata. Aku tak mungkin lupa, bagaimana pertemuan itu tercipta hingga menjadikan perpisahan tak terduga. Kamu tahu, ada banyak hal yang tidak dapat ditafsirkan begitu saja. Butuh penerjemah, referensi untuk membaca simbol-simbol kehidupan. Di surat cinta kesebelas ini, aku hendak mengajakmu berbincang-bincang lebih serius. Penulis buku Gede Prama berkata, “Kematian bukannya lawan kehidupan. Ia adalah mitra makna kehidupan. Hanya dengan menyelami kematian, manusia bisa hidup dengan indah, sekaligus mati dengan indah.” Mas Fendik tercinta, kata-kata itu bertengger pada pembuka sebuah b...