Mantan Menteri Pendidikan Indonesia, Anies Baswedan telah mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti, bersamaan peringatan Hari Buku Dunia “World Book Day” 23 April lalu. Ditjen Dikdasmen kemudian meluncurkan program Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Gerakan literasi yang lebih akrab kita kenal dengan baca-tulis, merupakan upaya yang tepat digerakkan sebagai program membaca buku non-akademik selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai. Gerakan ini diberlakukan untuk pelajar seluruh Indonesia tanpa terkecuali. Tujuannya, untuk mengingatkan bahwa, membaca dan menulis adalah serangkaian yang tidak terpisahkan. Keduanya berjalan beriringan. Ada juga yang mengibaratkan keduanya seperti pasangan suami-istri. Di mana ada suami pasti ada istri. Begitu pula sebaliknya, ada istri maka ada suami. Seseorang yang rajin membaca, pasti dapat menulis karena memiliki bahan tulisan. Begitu dengan penulis, akan m...
"Percayalah, suatu hari nanti akan datang berkah dari setiap proses. Tentu, hakikat proses tidak pernah mengkhianati hasil. Percayalah! Untuk hari ini, tuliskan jejak hidupmu ke dalam tulisan. Senantiasa ia akan abadi meski kita berada di ruang keabadian."