Hai, apa kabar? Dua hari selepas bangun tidur, aku merasa tidak enak pada tubuh. Rutinitas harian membuatku lelah, ditambah katakanlah sedikit ada yang mengganggu perasaan. Wanita, ia dibekali satu akal dan sembilan perasaan. Jangan salahkan kalau wanita-wanita ini banyak baper. Namun, jangan bangga. Kemarin 2/7 aku membaca sebuah kanal berita online sinyalponorogo.com. Media itu memberitakan bahwa seorang lelaki berusia 50 tahun memilih gantung diri karena depresi ditinggal mati isterinya. Turut berbelasungkawa atas kematian lelaki atas nama Senen. Lelaki itu tinggal di kampungku, Pangkal Sawoo sana. Oh ya, dari postingan ada kalimat yang menimbulkan pertanyaan, “Semoga husnul khotimah!” ‘husnul khotimah’ menurutku tidak pas dikenakan pada kasus di atas. Husnul khotimah bukannya berarti orang yang mati dalam keadaan terbaik. Pertanyaannya, apakah kematian bunuh diri bisa dikatakan terbaik? Sesungguhnya, lema ‘baik’ yang mendapatkan imbuhan kata awal t...
"Percayalah, suatu hari nanti akan datang berkah dari setiap proses. Tentu, hakikat proses tidak pernah mengkhianati hasil. Percayalah! Untuk hari ini, tuliskan jejak hidupmu ke dalam tulisan. Senantiasa ia akan abadi meski kita berada di ruang keabadian."