Menulis masih menjadi kegiatan langka dalam lingkungan kita, misal dalam bidang pendidikan. Penulis yang benar-benar serius masih sulit ditemukan. Ngainun Naim, dalam memberikan materi di Sekolah Literasi Gratis (SLG) Ponorogo menegaskan, menulis adalah proses yang harus dijalani dengan sabar. Tidak boleh terburu-buru karena akan berdampak pada hasil tulisan yang kurang baik. Menurut Ngainun, menulis harus dilandasi oleh rasa cinta. Rasa bangga akan kepemilikan sebuah karya melalui proses yang panjang dan keberanian yang melebihi segalanya. Keberhasilan seseorang dalam menulis sama halnya seperti orang melakukan pendakian. Yakni, menikmati setiap hambatan-hambatan, menitih satu per satu tanjakan untuk sampai ke puncak. Tak lupa, juga menikmati kegagalan dan kejatuhan dalam proses pencarian yang hakiki demi sampai harapan yang diinginkan. Kegagalan seorang penulis menjadi warna cerita sebuah petualangan. Penulis berusaha mencari penyebab kegagalan yang terjadi, kemudian meng...
"Percayalah, suatu hari nanti akan datang berkah dari setiap proses. Tentu, hakikat proses tidak pernah mengkhianati hasil. Percayalah! Untuk hari ini, tuliskan jejak hidupmu ke dalam tulisan. Senantiasa ia akan abadi meski kita berada di ruang keabadian."