Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Opini

Tanah Air dalam Bahasan Kekini

Pembicaraan tentang hukum dan politik tidak akan pernah alpa semenjak kehadirannya. Merekalah secara sadar menyedot perhatian publik. Sementara itu, ada banyak hal yang perlu dipikirkan, diperbaiki, dan diselesaikan terlepas hukum dan politik. Sebutlah pendidikan di Indonesia. Ketua STKIP PGRI Ponorogo sepakat membudayakan literasi untuk semua kalangan pendidikan. Mulai dari tenaga pendidik hingga pada pendidiknya. Budaya literasi tersebut dituangkan dalam sebuah program kampus ‘Sekolah Literasi Gratis’ yang telah dilaksanakan di tahun 2016-2017 lalu. Dan, di tahun ini terselenggara dengan konsep yang sama—menghadirkan para tokoh literasi yang ahli dalam bidangnya masing-masing. Serta, muhibah literasi di sekolah-sekolah Ponorogo. Semangat membangun budaya literasi ini utamanya melibatkan dunia pendidikan secara tidak langsung. Hal itu berkaitan dengan program 15 menit membaca buku sebelum memulai pelajaran. Mengapa budaya literasi ini penting? Mungkinkah literasi ma...

DPR Harus Merevisi UU

Pendidikan adalah gerbang masa depan yang cerah. Sayangnya, mahalnya pendidikan tingkat SMA dan SMK membuat masyarakat perekonomian bawah merasa tercekik dan menutup gerbang mulia itu. Hidup di era globalisasi, persaingan semakin kuat. Orang-orang bersaing untuk menjadi lebih unggul dari yang lain lewat pendidikan di sekolah, yang akan berdampak pada kompetensi juga soft skill manusia.  Hal ini bermula, kesalahan DPR merancang kebijakan peralihan kewenangan ke provinsi yang memunculkan polemik pendidikan. Kelemahan DPR dalam membuat undang-undang tersebut bukan menyoal bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan, melainkan karena politik. Anggota DPR sebagai lembaga pembuat undang-undang seharusnya memantau terlebih dulu kondisi pendidikan saat ini. Sebab pemasukan kas daerah di provinsi sangat minim, sejauh ini pemasukan hanya dari pajak, itu pun jumlahnya sedikit. Begitupula aparatur birokrasi di provinsi jarang turun tangan mengurusi kualitas pendidikan sekolah meneng...

Dimensi Sarjana Indonesia

Scot Marciel pernah mengutarakan, “Pendidikan memang tidak untuk menciptakan insinyur, tetapi pekerjaan yang terdidik.” Ungkapan Duta Besar AS yang ditunjuk Barack Obama untuk Indonesia itu,   mengisyaratkan setinggi apapun jenjang pendidik seseorang, pada akhirnya bukanlah untuk mendapatkan gelar bertitel. Tetapi, tak lain untuk memperbaiki sistem pendidikan Indonesia yang selama ini dinilai kurang tertata-- semrawut . Sebagaimana tujuan seseorang, adalah sekolah untuk mendapat pekerjaan, bukanlah tujuan yang salah. Namun pertanyaanya, bagaimana cara memeroleh pekerjaan yang baik dan terdidik itu? Desas-desus dalam dunia pendidikan, tidak pernah habis diberitakan. Bertepatan tanggal 29 September kemarin, diperingati sebagai hari Sarjana Nasional. Adalah mengingatkan kita terhadap beberapa permasalahan yang ada di pendidikan tingkat tinggi. Rata-rata banyak lulusan yang sibuk mencari pekerjaan, bingung mendapat pekerjaan, hingga wajah-wajah pengangguran di pinggiran jalan...

Sudahkah Hari Ini Menulis

Redi Panuju dalam buku Menulislah Dengan Marah , mengingatkan kita bahwa menulis itu gampang. Dalam buku tersebut, ada tiga point yang menarik untuk dipelajari guna praktik menulis. Kemenarikan buku tersebut Pertama , menulis adalah aktivitas memindahkan pengalaman. Kedua , menulis sebagai sarana katarsis untuk mengeluarkan kesumpekan batin. Dan ketiga , menulis sebagai sebuah kebutuhan. Ketiga point tersebut, Redi paparkan di awal ‘Hakikat Menulis’ dengan ilustrasi detail hingga akar-akarnya. Menulis adalah aktivitas memindahkan pengalaman . Dalam hal ini, tentu bukan suatu persoalan yang rumit. Setiap manusia pastilah memiliki pengalaman hidup. Baik pengalaman membaca, pengalaman travelling , pengalaman imajinatif, hingga pengalaman orang lain. Ironisnya,   tidak banyak orang yang mendokumentasikan pengalaman hidupnya lewat tulisan. Pengalaman hakikatnya dapat dijadikan cerminan menuju masa depan. Setiap kejadian atau peristiwa yang pernah kita lewati dapat dijadikan s...