Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Reportase

Reportase: Awas Korban Kebakaran Bertambah

Kebakaran hutan di sebagian wilayah Indonesia, menculik perhatian warga Indonesia itu sendiri. Bersamaan itu, dalam peringatan Hari Ulang Tahun Palang Merah Indonesia (PMI) ke 74, sebanyak 15 pelajar anggota Palang Merah Remaja (PMR) SMAN 1 Sambit Ponorogo melakukan kampanye.  Mereka menyuarakan anggota PMR peduli bahaya kebakaran hutan, Minggu (22/9/2019). Diilustrasikan dalam bentuk pementasan, mereka menyuguhkan drama kolosal tentang dampak kebakaran hutan. Ada yang berperan sebagai anggota PMI. Ada juga sebagai korban. Diadegankan, korban dampak kebakaran terus bertambah. Mereka terserang gangguan pernapasan. Di detik itulah, PMI langsung terjun ke lapangan membantu dan memberikan pertolongan. PMI dibantu masyarakat dengan sigap mematikan bara api sebelum merambah ke kawasan lainnya. Gelaran drama kolosal menggambarkan gerak kemanusiaan anggota PMI, sesuai tema diperingatan HUT ‘Kita Tangguh, Indonesia Maju’. Imam Nafsur, Koordinator fasilitator PMR se-Ar...

Reportase: Jangan Jual Budaya ke Tetangga

Aktor dalam pementasan lakon teater harus memiliki rasa sensitif tinggi. Sensitif terhadap orang lain, lingkungan, budaya, sentuhan hingga bau. Itu yang harus dipenuhi sebagai pembangun ruang imaji. Selain itu, karakter lakon menjadi bagian terpenting agar dapat menghayati peran yang dimainkan. Itulah pesan Suprapto, pembimbing teater Wakamandini STKIP PGRI Ponorogo. “Sensitif bukanlah sebuah ego, melainkan sensitif terhadap realita lingkungan sekitar,” tambahnya. Pementasan teater berlangsung di Gedung Kesenian Ponorogo, Jl Batoro Katong, Ponorogo, Sabtu (21/4/2018). Pentas berjudul Jatil Ndalem Pujokusuman karya mahasiswa mengangkat cerita tentang jual-beli seni budaya dengan negara tetangga. Tari Jatil dan kesenian reog dari Ponorogo dalam lakon itu dibeli Rp 500 juta. Pembeli berjanji akan membuat acara besar pagelaran jatil setelah berhasil memiliki seni itu. Aksi jahat yang dilakukan Bu Siti terhadap aset budaya, dicurigai Minah, Suryo, dan Y...

Reportase: Literasi Sains

Sebanyak ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Prodi Biologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), nampak serius saat melihat tayangan seekor kera berbuat usil dengan dua ekor harimau. Nilai yang ada dari tayangan berdurasi tujuh menit itu, di antaranya kecerdasan, kecerdikan, keunikan, dan kekreatifan. “Fisik besar belum tentu berhasil, kalau tidak punya kecerdasan,” sindir Sutejo, saat mengisi Kuliah Umum di   ruang Auditorium Mohamad Djazman, Sabtu (23/9). Pendiri Sekolah Literasi Gratis itu, menjelaskan di antara kecerdasan itu meliputi berpikir logis, kritis, analitis, sistematis, generalitatif, induktif, kausatif, empirik, investigatif, dan eksploratif.  Salah satu kecerdasan utama pendidik Biologi adalah eksploratif. Dibutuhkan pengamatan dan pemahaman suatu definisi atau pengertian terkait konsep maupun pola yang dijadikan bahan penelitian. Dalam kajian filsafat, hal itu berkenaan tentang ontologis, epistemolo...

Reportase: Dongeng Generasi Emas

Merayakan satu dasawarsa SD Immersion Ponorogo ditandai dengan seminar parenting Cara Bijak Menggunakan Dongeng dan Enjoy Studying without Bullying, Sabtu (26/8/2017) bersama konsultan pendidikan anak, Hadiyan Maryadi . Hadiyan menyinggung generasi emas Indonesia yang piawai menggunakan gadget, kendati usia mereka tergolong belia. “Orangtua hendaknya bersikap bijak membentengi era gadget yang berpengaruh negatif kepada anak,” saran Ketua Asosiasi Pencerita Muslim Indonesia Jawa Timur itu. Hadiyan membuat misal, anak boleh memegang gadget hanya di akhir pekan, yang jika dilanggar ada ada sanksi tegas yang harus ditimpakan. Orangtua, lanjut Hadiyan, harus jeli memfilter dan membatasi tontonan untuk anak. “Pilih acara TV yang cocok usia anak yang mengandung pendidikan moral agar anak tak menjadi aktor dan korban bully. Pelajaran menghargai dan menghormati antar sesama wajib dimasukkan dalam pengantar pendidikan, agar tidak ada sikap saling menge...