Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Resensi Buku

Desa Kehilangan Identitas Damai

Judul buku: Aib dan Nasib Penulis: Minanto Tahun terbit: Pertama, Juli 2020 Penerbit: CV Marjin Kiri Tebal buku: i-vi, 263 halaman ISBN: 978-602-0788-00-5   Keberhasilan Minanto menjadi pemenang Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2019 adalah bukti betapa hal-hal yang bersinggungan dengan konflik masyarakat rural (pedesaan) menarik untuk diperbincangkan. Rentetan konflik seakan-akan enggan menepi dari daratan kemiskinan. Melalui novel kali ini, Minanto secara totalitas menyajikan potret k o nflik pedesaan di tanahnya, Indramayu. Sepakat dengan sastrawan George Bernard Shaw, sastra novel tidak jauh dari kehidupan pengarang itu sendiri. Dengan diterbitkannya buku yang lahir dari perandungan novelis, novel ini sesungguhnya representasi masya ra kat kita. Di balik konflik pedesaan, sekaligus kehidupan yang didominasi peran laki-laki, ada panorama kegagapan teknologi berupa telepon genggam. Minanto menggambarkan tokoh-tokoh pemuda bergantian menggunakan telepon untuk sekadar ber...

Konflik Sosial dan Permainan Politik Aceh

Judul buku       : Kawi Matin di Negeri Anjing Penulis             : Arafat Nur Penerbit            : Basabasi Terbit                : Maret 2020 Tebal buku       : viii+172 ISBN                : 978-623-7290-68-1 Sesungguhnya, tema Kawi Matin di Negeri Anjing hampir sama dengan beberapa novel Arafat lainnya. Termasuk tiga novel yang diterbitkan ulang oleh Gramedia Pustaka Utama: Lampuki, Tanah Surga Merah, dan Tempat Paling Sunyi pada tahun 2019. Ada pula, novel fenomenal yang diterbitkan dalam bahasa Inggris: Burung Terbang di Kelam Malam dan Lolong Anjing di Bulan . Novel-novel itu bercerita sejarah panjang nan pelik masa pemberontakan Aceh tahun 1976 sampai dengan ...

Eksistensi Cinta dan Filosofi Kesetiaan

  Pelangi melingkar di langit Aceh. Keindahannya terbit usai hujan badai. 29 tahun kota ini dirundung duka . Hari Mulai Terang adalah novel sejarah konflik Aceh pada musim politik Soeharto. Novel ini berbeda dengan novel-novel Arafat sebelumnya. Kali ini, pengarang tidak lagi bercerita tentang kepedihan dan kepiluan rakyat Aceh.  Di puncak tahun perdamaian, kegiatan perekonomian dan perkumpulan sosial perlahan membaik . Budaya salat tarawih dan tadarus kembali meramaikan bulan Ramadhan. Berbeda pada tahun-tahun pembantaian seperti di novel Lolong Anjing di Bulan , tidak ada kegiatan so s ial keagamaan . Malah-malah satu hari sebelum Ramadhan, tentara mengumpulkan rakyat di depan masjid. Mereka disiksa di bawah terik musim kemarau. A da di antara mereka daun telinga nya dipotong. Para perempuan disuruh berjongkok hingga terkencing-kencing.  Arafat Nur adalah penulis sejarah Aceh dari berbagai sudut pandang penceritaan. Kelihaiannya mendetailkan ...