Eni Kusuma bersama buku-bukunya. Tepat di ruang garasi milik Sutejo, salah seorang dosen Kopertis VII Surabaya yang tinggal di kota Ponorogo terasa begitu khidmat. Suasana malam Minggu (15/12/16) terasa lain dari malam-malam Minggu sebelumnya. Ketika sebuah hidangan pisang goreng dengan beberapa cangkir kopi saya sajikan, menjadi piranti camilan obrolan hangat. Waktu itu, di belakang mobil bermerk Agya berwarna putih, saya bersama ketiga sahabat literasi, dan Sutejo, serta istri dan ketiga anaknya menghabiskan sisa malam Minggu dalam kajian literasi. Diskusi kecil itu berlangsung hingga larut malam, sekitar pukul dua dini hari. Di sebelah saya, tepatnya bersekat seorang kawan, perempuan berpostur kurus sedikit tinggi sekitar 150 sentimeter itu bercerita begitu memikat. Beberapa tuturan yang menyentakkan saya di antaranya berbunyi demikian, pertama setiap orang bisa berkarya walaupun dia adalah seorang tenaga kerja wanita. Kedua, uang itu cepat hab...
"Percayalah, suatu hari nanti akan datang berkah dari setiap proses. Tentu, hakikat proses tidak pernah mengkhianati hasil. Percayalah! Untuk hari ini, tuliskan jejak hidupmu ke dalam tulisan. Senantiasa ia akan abadi meski kita berada di ruang keabadian."