Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pendidikan Indonesia

Dimensi Sarjana Indonesia

Scot Marciel pernah mengutarakan, “Pendidikan memang tidak untuk menciptakan insinyur, tetapi pekerjaan yang terdidik.” Ungkapan Duta Besar AS yang ditunjuk Barack Obama untuk Indonesia itu,   mengisyaratkan setinggi apapun jenjang pendidik seseorang, pada akhirnya bukanlah untuk mendapatkan gelar bertitel. Tetapi, tak lain untuk memperbaiki sistem pendidikan Indonesia yang selama ini dinilai kurang tertata-- semrawut . Sebagaimana tujuan seseorang, adalah sekolah untuk mendapat pekerjaan, bukanlah tujuan yang salah. Namun pertanyaanya, bagaimana cara memeroleh pekerjaan yang baik dan terdidik itu? Desas-desus dalam dunia pendidikan, tidak pernah habis diberitakan. Bertepatan tanggal 29 September kemarin, diperingati sebagai hari Sarjana Nasional. Adalah mengingatkan kita terhadap beberapa permasalahan yang ada di pendidikan tingkat tinggi. Rata-rata banyak lulusan yang sibuk mencari pekerjaan, bingung mendapat pekerjaan, hingga wajah-wajah pengangguran di pinggiran jalan...

Kesungguhan Pendidikan Budi Pekerti

Keberhasilan sebuah program pendidikan hendaknya diikuti praktik yang sinergis dari berbagai pihak. Pendidikan yang erat dengan lingkungan sosial ini tidak dapat berdiri sendiri. Pendidikan membutuhkan tangan kanan sebagai penggerak meraih tujuan dan cita-cita yang ingin dicapai. Hakikatnya, pendidikan tidak sekadar belajar mendengar, melihat, merasa apa yang belum kita tahu. Melainkan pemaknaan dan pemahaman, serta kesadaran. Pendidikan merupakan lompatan indah dari strategi perencanaan keberhasilan bangsa. Keberhasilan pendidikan dapat dilihat dari sikap, karakter dan perilaku keseharian. Sebagaimana diungkapkan tokoh pendidikan Ki Hajar Dewantara. Pendidikan adalah upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin dan karakter), pikiran ( intellect ), dan tubuh anak. Bagian-bagian ini tidak dapat dipisahkan karena sebagian komponen memajukan hidup anak-anak.  Menindaklanjuti pernyataan tersebut, kita mendapatkan kata kunci utama ‘budi pekerti’. Te...

Pendidikan Indonesia: Antara Tahu dan Bisa

Membincang Indonesia bertema pendidikan selalu menarik, karena sebagai wahana mencerdaskan kehidupan bangsa, seperti tertera dalam Pembukaan UUD 1945. Pendidikan mengajak manusia mengenal lingkungan, masyarakat, dandiri sendiri melalui transfer ilmu pengetahuan. Tidak salah, jika Paulo Freire (1978) mengungkapkan, pendidikan sebagai proses pemanusiaan manusia ( humanization ). Kendati, cita-cita luhur Indonesia hingga di tahun 2017 belum terealisasikan dalam konteks pendidikan Nasional. Pendidikan kita masih jalan di tempat--tidak berjalan maju, tapi bukan berarti mundur.    Potret buruk pendidikan Indonesia, bila kita cermat sangatlah mudah diketahui hasilnya. Tanpa sadar, pendidikan Indonesia selama ini mengajarkan ilmu tahu, bukan ilmu bisa. Akibatnya, ketika penikmat pendidikan lulus, mereka gagap dan tidak mampu menghadapi dunia kerja yang banyak membutuhkan ilmu bisa.  Sebagai contoh di sekitar kita, ribuan sarjana pendidikan banyak yang menganggur ...