Takut tapi abai, itu apa namanya? Hai, Mas Fendik maaf aku baru mengirimkan kabar hari ini. Tadi pagi sampai siang, aku sedang bersemangat membaca buku Jazz, Parfum, dan Insiden karya Seno Gumira Ajidarma. Sorenya, ya seperti biasa memasak untuk menu buka puasa. Oh ya, bagaimana puasamu, lancar kan? Tetap jaga daya tahan tubuh ya Mas. Jaga perasaan juga lo. Ingat aku ini wanita. Mas, dua hari yang lalu, kita memeringati hari Pendidikan. Selamat hari pendidikan ya? Walau perayaannya beda dengan tahun sebelumnya, tentu harapannya tetap sama kan—mencipta peradaban berpendidikan, unggul, kreatif, inovatif, dan mandiri. Situasi pandemilah yang membuat kita bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah untuk memangkas penyebaran virus korona. Hari pendidikan yang spesial, ya Mas. Di tahun ini diwarnai dengan suasana Ramadhan, diuji oleh pandemi. Percaya deh, bakalan dicatat semua amal tindak, amal pikir, dan amal rasa kita. Selamat menjalankan ibadah puasa, ya. Meski...
"Percayalah, suatu hari nanti akan datang berkah dari setiap proses. Tentu, hakikat proses tidak pernah mengkhianati hasil. Percayalah! Untuk hari ini, tuliskan jejak hidupmu ke dalam tulisan. Senantiasa ia akan abadi meski kita berada di ruang keabadian."