Langsung ke konten utama

Postingan

Feature Kuliner: Dawet Jabung Ponorogo

Ponorogo adalah kota sejarah, yakni sebuah cerita Dewi Sanggalangit mengadakan sayembara. Barang siapa yang bisa membuat pertunjukan yang belum pernah ada, dengan 140 ekor kuda kembar dilengkapi binatang berkepala dua dapat meminangnya. Akhirnya, sayembara itu berhasil dimenangkan Prabu Kelana Sewandana, dengan membuat pertunjukan reog. Tak hanya itu, begitu penulis melewati Desa Jabung, (20/11) terdapat pemandangan yang menarik mata. Sepanjang jalan dari Perempatan Jabung kita disajikan beberapa warung kecil dengan spanduk tertulis ‘Dawet Jabung’. Dawet, minuman ini mungkin sudah biasa di masyarakat kita. Namun, dawet jabung yang ada di Desa Jabung ini memiliki daya tarik yang berbeda. Nama yang diambil dari asal desa, mampu menjadi sorotan masyarakat dari berbagai kota, termasuk Madiun, Magetan, Wonogiri hingga Kota pojok Jawa Timur.  “Rasanya memang beda dengan dawet-dawet umumnya. Dan uniknya, nama minuman ini sesuai dengan desanya, Desa Jabung,” ungkap salah s...

Reportase: Berbagi Gagasan dengan Han Gagas

STKIP PGRI Ponorogo membuka Sekolah Literasi Gratis (SGL), Minggu (19/10/2016) dengan mendatangkan pemateri, cerpenis Han Gagas . Penulis kelahiran Ponorogo yang akrab disapa Han itu membagikan jurus membangun cerita dengan imajinasi sebagai pondasinya. Seperti halnya rumah yang kokoh karena pondasi dan tiang. Begitupula dengan cerita, utamanya cerpen atau novel, akan menjadi cerita yang hidup dan kuat apabila dibubuhi imajinasi. Penulis novel Tembang Tolak Bala itu menambahkan, betapa imajinasi itu penting karena pengalaman seseorang terbatas. Khususnya penulis pemula yang harus pandai-pandai berimajinasi ketika membuat tulisan, entah itu cerpen, novel, maupun puisi. Imajinasi itu lua s . Artinya, ketika berimajinasi seseorang dapat memerlakukan dunia nyata sebagai dunia terakhir setelah dunia imajinasi. Imajinasi membuat seseorang merasa bahagia karena telah berpetualang dan merasa mengetahui semua kehidupan. Kendati, orang sering gagal ketika menuangkan imaj...

Feature Sosok: Menikmati Sengatan Matahari Lain

Tulisan ini memenangi lomba 'Terima Kasih Pahlawan yang diadakan surya.co.id memeringati Hari Pahlawan November 2016'  SIAPA pahlawan hidupmu? Bila pertanyaan itu diajukan, saya akan menyebut nama Sutejo (49), dosen di STKIP PGRI Ponorogo dan motivator. Setidaknya, bagi saya, dia seperti matahari yang rela berbagi sinarnya kepada sesama, memberikan apa yang dimiliki, mencerahkan, setia menebar kebahagiaan bagi manusia. Beruntung saya bertemu dan mengenal pria yang juga memiliki karakter bak matahari ini. Setia menggeluti dunia kepenulisan, memiliki tekad dan semangat tinggi, serta mampu menularkan inspirasi. Kendati berangkat dari latar belakang ekonomi pas-pasan, saat menempuh S1 di IKIP Malang (kini Universitas Negeri Malang) Sutejo , tak sungkan menjadi penjual keliling menjajakan tas kresek untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Baginya kemiskinan itu energi yang menghipnotis. Saat dilanda kejenuhan, buku dan pena menjadi obat penyembuh. “Menulis i...

Jadi Penulis? Ya Rajin Baca

Ada sebuah kutipan yang sempat menghentakkan saya. Kutipan itu tercipta dari seorang novelis perempuan berbakat. Mengapa saya mengatakan berbakat? Karena novelis pernah   mendapatkan salah satu penghargaan melalui cerpen terbaik majalah sastra Horizon selama 10 tahun terakhir (1990-2000) dan mendapat Pena Award 2002. Kutipan itu berbunyi seperti ini: Menjadi penulis itu harus serakah; serakah dalam membaca! Memaknai kutipan Helvy Tiana Rosa, menyadarakan kita bahwa membaca itu memiliki dampak yang besar. Membaca dapat diilustrasikan seperti orang yang kehausan. Karena begitu haus maka seseorang akan minum sebanyak-banyaknya, bahkan sampai menghabiskan beberapa botol. Seperti pengalaman saya ketika SMA, ada salah satu teman yang menghabiskan 2 botol aqua sekaligus karena tenggorokannya kering, begitu melakukan uji lari sejauh 1 kilometer. Tidak hanya aqua, selang beberapa menit pun ia membeli makan sebagai ganti energi yang terkuras karena lari. Itulah artian dari serakah. P...