Untuk kamu satu-satunya tetap tenang. Kita telah memasuki bulan kemerdekaan. Benarkah kita telah merdeka? Agustus akan kita jalani dengan seabrek rasa. Semarak merah-putih berkibaran di bumi Indonesia. Apakah kau sudah memasang bendera di sekitar rumahmu? Aku banyak menjumpai penjual bendera di tepian jalan. Mereka ada yang menggelar tikar sambil selonjoran. Ada pula yang memanfaatkan belakang truk untuk jualan. Ada pula mereka yang keliling menjajakan bendera. Dan, ada pula sebagian mereka yang menggantung bendera menggunakan tali. Mereka mengikat tali itu untuk menjemur, tepatnya menjual bendera. Ayo sapa mereka, Mas! Membeli bendera dan menyampaikan salam merdeka—ya merdeka atas kebebasan yang dimiliki. Pandemi belum berakhir. Cerita tentang Indonesia resesi sudah bertaburan di media. Aku membacanya, tampak ngeri. Seseorang bercerita padaku di sebuah pertemuan, apabila pandemi terus begini, atau justru semakin bermutasi, maka tidak menutup kemungkinan ki...
"Percayalah, suatu hari nanti akan datang berkah dari setiap proses. Tentu, hakikat proses tidak pernah mengkhianati hasil. Percayalah! Untuk hari ini, tuliskan jejak hidupmu ke dalam tulisan. Senantiasa ia akan abadi meski kita berada di ruang keabadian."