Langsung ke konten utama

Postingan

Mengheningkan Agustus

Untuk kamu satu-satunya tetap tenang. Kita telah memasuki bulan kemerdekaan. Benarkah kita telah merdeka? Agustus akan kita jalani dengan seabrek rasa. Semarak merah-putih berkibaran di bumi Indonesia. Apakah kau sudah memasang bendera di sekitar rumahmu?  Aku banyak menjumpai penjual bendera di tepian jalan. Mereka ada yang menggelar tikar sambil selonjoran. Ada pula yang memanfaatkan belakang truk untuk jualan. Ada pula mereka yang keliling menjajakan bendera. Dan, ada pula sebagian mereka yang menggantung bendera menggunakan tali. Mereka mengikat tali itu untuk menjemur, tepatnya menjual bendera. Ayo sapa mereka, Mas!  Membeli bendera dan menyampaikan salam merdeka—ya merdeka atas kebebasan yang dimiliki. Pandemi belum berakhir. Cerita tentang Indonesia resesi sudah bertaburan di media. Aku membacanya, tampak ngeri. Seseorang bercerita padaku di sebuah pertemuan, apabila pandemi terus begini, atau justru semakin bermutasi, maka tidak menutup kemungkinan ki...

Kejar Tayang Seks di Tengah Pandemi Covid-19

Bumi bergerak, waktu bergerak, maka kita pun harus bergerak. Mengapa orang bergerak, tentu hendak memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga timbul rasa terpuaskan dan memberikan makna tertentu. Segitiga Maslow, menyoroti kebutuhan manusia melalui hirarki lima tingkatan, seperti kebutuhan fisiologis atau biologis, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan rasa cinta dan memiliki, kebutuhan akan harga diri, dan kebutuhan akan aktualisasi diri. Kali ini, saya hendak membahas bagaimana seseorang memenuhi kebutuhan biologis, seksual. Pikiran ini terlintas begitu usai membaca sebuah tulisan menarik Gairah Seksusl yang Tak Lazim, di koran Kompas edisi 8 Agustus 2020. Kaitannya dengan kebutuhan manusia, seks merupakan kebutuhan utama atau dasar. Kebutuhan itu harus dipenuhi tidak dapat ditunda-tunda sebagai kelangsungan hidup manusia. Pertanyaannya, bagaimana apabila kebutuhan seks tidak terpenuhi? seseorang cenderung akan melakukan penyimpangan. Dan, ini sedang melanda anak generasi muda di era pa...

Pembelajaran Menerima adalah Sebuah Keterbukaan Terbaik.

Telah aku putuskan menjadi sebuah pelarian terbaik atas nama cinta. Aku percaya, tentang kebenaran apa yang kutulis, apa pun itu. Sekalipun aku bukanlah seorang wartawan atau ilmuwan. Semua yang kutulis adalah refleksi dari pengalaman indera dan akal budi. Bagi seorang Arswendo Atmowiloto, menulis menjadi obat atas luka hati, luka jiwa, dan luka cinta. Ia berjelajah pada dunia sepi nan sunyi ini sebagai pelarian. Tidak ada yang salah tentang cinta. Cinta adalah hak, bukan suatu kewajiban untuk memiliki. Mengapa? Karena setiap orang memiliki hak atas cinta. Cinta bukanlah nafsu, bukan pula gejolak birahi. Cinta bagiku adalah anugerah. Aku percaya setiap orang memiliki, merasakan anugerah itu. Sejak kecil, bahkan semasa di kandungan, anugerah itu kita rasakan. Sentuhan dan doa adalah cinta. Dunia menulis bagi beberapa orang menjadi pilihan untuk menuangkan, mengungkapkan, mengemukakan, merefleksikan semua yang dirasa oleh fisik dan batin. Di dunia itu, aku merasa ada kebeba...

Catatan Spiritual

Perjalanan hidup adalah misteri. Kita tidak pernah tahu, doa mana yang akan sampai terlebih dahulu. Kita hanya bisa berusaha, dan mengusahakan yang terbaik untuk hari ini. Rezeki manusia satu dengan yang lainnya, berbeda-beda. Ada yang di dekatkan dengan rezeki harta, ada pula yang diperjarakkan dengan itu, tapi disuguhkan terlebih dahulu rezeki jodoh. Pilihan. Tidak ada perjanjian ketika kita sebelum dilahirkan, bahwa akan hidup dari keluarga berkecukupan, berlebih, atau serba kekurangan. Di mana kita hidup, ya jalani dengan energi positif. Tidak ada yang salah, yang salah adalah tidak melakukan hal-hal untuk hari ini. Jangan salah paham atas takdir yang diberikan Tuhan. Tentang semuanya hanya menunggu waktu. Percayalah, kekuatan positif akan menghalau segala hal yang tidak diinginkan. Sugesti diri perlu. Semangat, santai, fokus, berpikir positif, dan sungguh-sungguh. Pertemuan adalah sebuah ketakdiran. Beruntunglah kita dipertemukan pada seseorang yang siap mengantarka...

Konsep Filsafat Sastra

Telah dijelaskan pada tulisan edisi 2 Agustus 2020 universalitas sastra dan filsafat, bahwa keduanya bekerja sama merefleksikan dan menemukan kebenaran hidup untuk direnungkan bersama . Dunia filsafat adalah dunia pemikiran, maka berpikirlah manusia tentang segala hal, dan temukan makna kehidupan yang sebenarnya. Sementara, dunia sastra adalah dunia cerita, maka sastra akan merefleksikan segala sesuatu menjadi karya yang indah. Penting diketahui bahwa antara filsafat dan sastra sesungguhnya membangun imaji studi keilmuan ganda. Orang yang bergerak di bidang sastra dapat mengungkapkan jalan berpikir filsafat di dalam karya sastra (Endraswara, 2012:vii). Filsafat laksana jembatan untuk menemukan kebenaran yang ada dalam sastra. Sebab, sastra itu sendiri mengadung filsafat untuk menemukan filosofi kehidupan. Karenanya, tidak salah apabila para sastrawan ketika menciptakan karya sastra, sesungguhnya sedang berfilsafat. Adapun konsep filsafat sastra menurut Endraswara merupakan ranah sa...

Universalitas Sastra dan Filsafat

Setiap detiknya, manusia dihadapkan pada proses berpikir. Bagi sastrawan, berpikir adalah kegiatan merajut keindahan. Keindahan berpikir mengajak berpetualang pada kemungkinan-kemungkinan di dunia. Kreativitas dan inovasi berpikir akan menciptakan karya estetis. Sastra merupakan hasil berpikir estetis sastrawan terhadap fenomena yang terekam oleh indera. Sastra dan filsafat pada dasarnya mengajak manusia berpikir tentang hidup. Baik dari sudut pandang sastrawan hingga pembaca sastra (resepsi). Berpikir inilah inti dari perjalanan filsafat. Ketika seseorang membaca sastra atau bersastra, sesungguhnya sedang berfilsafat, menghayati filsafat hidup. Berbicara tentang filsafat, kita akan dituntun pada pemikiran-pemikiran yang kritis terhadap hidup. Hidup memang terlalu indah untuk dipikirkan, dan keindahan itulah sulit dilupakan. Filsafat menghantarkan manusia mencari tidak terbatas pada hukum-hukum ataupun aturan. Betapa luas ilmu pengetahuan yang dapat dipelajari dan kemudian dimaknai...